Rabu, 22 September 2010

Bidadari Bersedih


Tak sanggup rasanya melihat bidadari sepertinya menangis  sedemikian sedihnya
Hanya karena seseorang yang ia sebut pengeran
Pangeran yang senantiasa ia puja sepanjang masanya
sepanjang harapnya untuk memiliki

yang selalu rindukan dan ia nanti untuk hadir disampingnya menghabiskan waktu yang tersisa untuknya
tak kuat rasanya menahan gejolak batin bidadari itu
Teraniaya oleh kekangan perasaannya sendiri
Tersakiti oleh keadaan yang seolah memaksanya untuk terus berharap dan menanti
Mengganti gelapnya malam dengan sinar mentari pagi yang menyejukkan
Atau hanya sekedar meminjam tahta sang dewi malam
Untuk memasang senyum pangerannya semalam itu saja
Semoga  bidadari itu sanggup bertahan dalam tegarnya
Melewati setiap detiknya tanpa pangeran
Tanpa seorang yang ia damba mengisi relung jiwanya yang terasa hampa
Bidadari itu seharusnya menyelimuti wajahnya dengan senyum bahagia bukan dengan air mata
Bukan pula dengan rasa iri dan dengki
Semoga bidadari itu menemui pangeran yang ia butuhkan meski tak harus yang ia inginkan
(MidNight,220910)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

sapa itu, midnight 220910 ???

Rifaah mengatakan...

...Semoga bidadari itu menemui pangeran yang ia butuhkan meski tak harus yang ia inginkan.."

suka bagian yang ini...

Posting Komentar